(Artikel 1/3) Jepang & Islam: Kok Bisa Bikin Penasaran?
Dari Negeri Sakura, Muncul Pertanyaan Tak Terduga tentang Keyakinan Kita!
(Artikel ini merupakan artikel pertama dari tiga artikel yang memaparkan pengalaman Parastuti sensei, seorang dosen di Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jepang UNESA selama tinggal di Jepang. Selamat menikmati.....)
Percaya atau tidak, hidup jauh dari tanah air, di Negeri Sakura yang serba modern ini, justru bikin kita makin peka. Dulu mungkin kita tak sadar, tapi di sini, segala hal kecil dalam keseharian kita sebagai Muslim bisa jadi "sesuatu" yang berbeda banget buat orang Jepang. Daripada cape-cape menuntut mereka paham, gimana kalau kita yang duluan mencoba memahami mereka? Siapa tahu, dari situ, jembatan pengertian bisa terbangun. Ibaratnya, kalau kita mengulurkan tangan, mereka pun akan menyambut.
Menariknya, selama bertahun-tahun tinggal di Nagoya, saya merasakan gelombang rasa penasaran orang Jepang terhadap Islam itu makin gede, lho! Apalagi, Jepang kan lagi gencar-gencarnya buka pintu buat siapa saja: pekerja, pelajar, sampai turis. Setelah tragedi tsunami 2011, Jepang memang kehilangan banyak wisatawan. Nah, sekarang mereka fokus menarik turis Asia. Makanya, jangan heran kalau sekarang makin banyak fasilitas ramah Muslim, kayak ruang sholat di bandara internasional atau makanan tradisional non-daging yang dikemas menarik, seperti sushi dan udon, yang bisa dinikmati semua orang.
Tapi, di balik semua itu, ada satu pertanyaan fundamental yang sering muncul di benak mereka: "Agama itu apa sih?" (宗教って何?). Karena budaya mereka yang tidak membiasakan diri menganut agama tertentu, banyak orang Jepang yang benar-benar awam. Rasa penasaran ini, jujur saja, kadang lebih ke arah riset atau tuntutan pekerjaan, misalnya gimana caranya biar turis Muslim makin nyaman. Tapi, siapa tahu, dari secercah rasa ingin tahu itu, bisa tumbuh benih hidayah yang mengantarkan mereka pada pemahaman Islam yang lebih mendalam. Kan, kita tidak pernah tahu, ya?