Keiro no Hi, Hari Penghormatan Lansia di Jepang.

Setiap tahun, pada hari Senin ketiga bulan September, Jepang merayakan Keiro no Hi (敬老の日) atau yang dikenal sebagai Hari Penghormatan Lansia. Hal ini merupakan momen hari libur penuh makna di mana masyarakat Jepang memperingati penghormatan para lansia yang telah memberikan kontribusi besar bagi keluarga dan komunitas.
Asal mula hari libur ini dapat ditelusuri ke tahun 1947, ketika kota Taka di Prefektur Hyogo mengadakan acara yang dikenal sebagai "Hari Orang Tua". Perayaan ini pun secara bertahap menyebar ke seluruh Jepang. Hingga pada tahun 1966, acara tersebut diresmikan sebagai hari libur nasional yang diperingati setiap 15 September. Namun kemudian pada tahun 2003, Keiro no Hi dipindah menjadi Senin ketiga bulan September.
Dalam budaya Jepang, orang tua dipandang sebagai sosok yang memiliki kebijaksanaan dan pengalaman hidup yang berharga. Mereka dihormati bukan hanya karena usia mereka, tetapi juga karena peran mereka sebagai penjaga tradisi, penasehat, dan sumber inspirasi bagi generasi muda. Pada hari ini, anak-anak dan cucu-cucu biasanya berkunjung ke rumah orang tua atau kakek-nenek mereka, membawa hadiah, bunga, atau sekadar menghabiskan waktu bersama untuk mendengarkan cerita masa lalu. Berbagai kegiatan komunitas juga biasa diadakan, seperti festival lokal, pertunjukan seni, dan jamuan makan bersama yang dihadiri para lansia.
Perayaan Hari Penghormatan Lansia di Jepang mencerminkan nilai-nilai keluarga yang kuat, penghormatan kepada leluhur, dan pentingnya menjaga hubungan antar generasi. Di balik semua itu, ada pesan mendalam yakni lansia adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Menghargai para lansia adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah, kebijaksanaan, dan pengalaman yang telah mereka wariskan.
Hari Penghormatan Lansia dapat menjadi pengingat bagi kita. Menghargai mereka yang lebih tua bukanlah sebatas tradisi, tetapi juga tanggung jawab moral untuk menjaga ikatan kekeluargaan, serta membangun sistem kehidupan bermasyarakat yang toleran dan saling menghormati.