Unesa Fasilitasi 47 Guru Bahasa Jepang Jawa Timur Kembangkan Media Pembelajaran Inovatif
Sebanyak 47 guru Bahasa Jepang SMK se-Jawa Timur mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pengembangan Media Inovatif dan Metode Pembelajaran Bahasa Jepang sebanyak 32 JP yang diselenggarakan secara hybrid pada 1–3 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media dan metode pembelajaran Bahasa Jepang yang inovatif, kontekstual, kreatif, dan bermakna bagi peserta didik. Salah satu sesi luring berlangsung di SMKN 1 Kota Mojokerto dengan menghadirkan Dr. Parastuti, M.Pd., M.Ed., dosen Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), sebagai narasumber.
Dalam sesi bertajuk “Model Pembelajaran Inovatif Berbasis Infografis Kontekstual untuk Pembelajaran Bahasa Jepang”, Dr. Parastuti tidak hanya memberikan pemahaman mengenai konsep pembelajaran inovatif, tetapi juga mengajak peserta untuk langsung mempraktikkannya. Setelah pemaparan materi, para guru berdiskusi dan menyusun infografis pembelajaran Bahasa Jepang yang disesuaikan dengan materi pembelajaran Fase F serta kompetensi keahlian di sekolah masing-masing.

Kegiatan luring yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026 tersebut mendapat dukungan dari SMKN 1 Kota Mojokerto sebagai tuan rumah, termasuk dalam penyediaan fasilitas kegiatan. Melalui praktik langsung dan diskusi, workshop menjadi ruang bagi para guru untuk mengembangkan gagasan media pembelajaran yang lebih sesuai dengan konteks pembelajaran dan kebutuhan peserta didik di sekolah masing-masing.
Keikutsertaan Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unesa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kompetensi guru Bahasa Jepang di Jawa Timur. Semangat berinovasi yang dibangun melalui workshop diharapkan terus berkembang dan menghasilkan karya bersama yang dapat memberikan manfaat bagi pembelajaran Bahasa Jepang di berbagai SMK di Jawa Timur.

Kegiatan ini berkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui peningkatan kompetensi guru dan pengembangan media serta metode pembelajaran Bahasa Jepang yang inovatif, kontekstual, kreatif, dan bermakna. Workshop yang mempertemukan dosen dan guru juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan praktik pembelajaran yang dapat mendukung peningkatan kualitas proses pendidikan di sekolah.
Penulis Kontributor: Erma Dewi Mayasari, S.S, M.Pd.,Gr