Sarasehan 2 Advokasi Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNESA: Ruang Dialog Terbuka antara Dosen dan Mahasiswa
Program
Studi Pendidikan Bahasa Jepang UNESA kembali menyelenggarakan Sarasehan 2
Advokasi sebagai wadah dialog terbuka antara mahasiswa dan dosen. Kegiatan
ini dilaksanakan Pada Hari Kamis, 13 November 2025 di Ruang Kelas T1
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNESA, menghadirkan suasana diskusi yang
hangat, konstruktif, dan penuh partisipasi. Acara ini mempertemukan jajaran
dosen dengan mahasiswa perwakilan kelas dari angkatan 2022, 2023, 2024,
hingga 2025, yang hadir untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menerima
arahan terkait pengembangan akademik di lingkungan prodi.
Sarasehan
ini bertujuan untuk mempererat komunikasi antara pihak program studi dan
mahasiswa, terutama dalam menyelaraskan kebutuhan pembelajaran, sistem
perkuliahan, dan dinamika akademik terkini. Melalui forum ini, mahasiswa
diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai masukan, mulai dari
efektivitas perkuliahan, evaluasi proses KBM, kegiatan akademik pendukung,
hingga saran terkait fasilitas dan layanan kemahasiswaan. Para dosen juga
memberikan klarifikasi, penjelasan kebijakan, serta rencana tindak lanjut guna
meningkatkan kualitas pembelajaran di Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang.
Kegiatan
berlangsung dengan suasana penuh keterbukaan, di mana setiap perwakilan kelas
aktif menyuarakan pandangan mereka, sementara dosen menanggapi dengan responsif
dan solutif. Tidak hanya fokus pada penyelesaian masalah, sarasehan ini juga
menjadi ajang memperkuat hubungan antarangkatan serta mendorong mahasiswa untuk
lebih terlibat dalam pengembangan prodi. Dengan terjalinnya komunikasi dua arah
seperti ini, Sarasehan 2 Advokasi menjadi langkah penting dalam mewujudkan
lingkungan akademik yang lebih inklusif, produktif, dan berorientasi pada
peningkatan mutu pendidikan di Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNESA.
Kegiatan Sarasehan 2 Advokasi Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNESA ini selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan Quality Education (SDG 4). Melalui forum dialog antara dosen dan mahasiswa lintas angkatan, sarasehan ini menjadi ruang kolaboratif untuk memperkuat mutu pembelajaran, meningkatkan akses terhadap informasi akademik, serta mendorong partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Komunikasi dua arah yang terjalin dalam kegiatan tersebut mencerminkan upaya nyata untuk menciptakan sistem pendidikan yang responsif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa sekaligus mendukung tercapainya tujuan pembangunan global.